Tinggalkan Pola Konvensional Pemilu 2024, Perlu Strategi Perang Modern Parpol Di Sampang
SAMPANG, Anekafakta.com -
Perhelatan Kontestasi Demokrasi melalui Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 makin dekat
14 Partai Politik Peserta Pemilu di Kabupaten Sampang sibuk melakukan konsolidasi dan menjalankan Strategi Pemenangan guna meraup suara konstituen sebanyak banyaknya
Namun pantauan reporter Anekafakta sabtu 9/12 baik di Kantor sejumlah Parpol maupun dilapangan lebih dominan dilakukan oleh Calon Legislatif (Caleg) yang diusung
Seperti misalnya pasca dimulainya tahapan Kampanye, Caleg DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi, Pusat dan DPD mulai marak memasang Baleho atau Alat Peraga Kampanye (APK) di titik yang ditentukan sesuai regulasi walaupun ada sedikit yang agak menyimpang dari lokasi yang menjadi ketentuan sesuai Peraturan KPU setempat
Selain itu para Caleg tersebut mulai menurunkan Timnya ke titik perkampungan maupun sejumlah tempat keramaian untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat supaya memastikan memilih Caleg tersebut
Namun pada umumnya APK yang terpasang itu hanya menonjolkan identitas profil dari para Caleg yang bersangkutan, jarang bahkan terbilang tidak ada unsur Kampanye dari Parpol yang menjual Program, platform serta ideologi dari Parpol Peserta Pemilu, bahkan pola Kampanye yang di lakukan Caleg terkesan masih menggunakan Sistem Konvensional yang dari era ke era masih saja digunakan
Ungkapan itu muncul saat Diskusi jajaran Jaringan Demokrasi (JaDI) Kabupaten Sampang sabtu malam 9/12 di salah satu Cafe yang ada di jalan Jamaludin
Pertemuan yang dihadiri oleh jajaran Presidium dan Direktur Eksekutif serta Divisi yang dipimpin oleh Samsul Muarif SE selaku Sekretaris Presidium dan Ketua Direktur Eksekutif itu membedah "Pola Perang Modern Parpol dan Caleg dalam Pemilu tahun 2024"
"Sudah waktunya meninggalkan pola Konvensional, Diperlukan Strategi Perang Modern bagi Parpol dan Caleg untuk meraup Suara Pemilih pada Pemilu tahun 2024," ujar Hernandi Kusumahadi S.Sos M.Si Ketua Presidium JaDI Kabupaten Sampang
Pernyataan tegas itu disambut positif serta di sepakati oleh Agus Sumaryono SE, Ripto SE, Sahri Setiono (Jarot) selaku Anggota Presidium yang lain dan Yunus Ali Ghafi S.Sos Sekretaris Eksekutif (Ex officio Presidium)
"Ya baik Parpol maupun Caleg masih terjebak dengan pola lama," ungkap Agus Sumaryono SE
Dijelaskan oleh Insiyatun S.hi MH mantan Ketua Bawaslu dan Bendahara Eksekutif, JaDI mempunyai gagasan dan menawarkan konsep "Dapur Demokrasi" wadah tata kelola Demokrasi dan Pemilu maupun Pemilihan yang lain
"Salah satunya dengan konsep meramu menu berbagai strategi hingga memenuhi selera dari Partai maupun Caleg dalam memenangkan kontestasi, tentu menggunakan konsep Pola modern," tuturnya
Disebut materi dari racikan Dapur Demokrasi ini terdiri dari 1. Menentukan target perolehan Kursi 2. Tara cara Sosialisasi dan Stategi Kampanye 3. Penegakan Hukum Pemilu 4. Pengenalan Sistem Pemenangan Pemilu 5. Penguatan Komunikasi Publik dan Media Sosial 6. Managemen Saksi dan 7. Pengambilan Foto dan Pembuatan Video
Diungkap dalam menjalankan konsep dan gagasan itu JaDI Kabupaten Sampang sudah membentuk Tim Panel bagi Parpol maupun Caleg yang ingin menangkap peluang dan memanfaatkan konsep serta Tim Panel yang di bentuk JaDI Kabupaten Sampang
Ditambahkan bagi Parpol maupun Caleg yang ingin berkesempatan dan menganggap penting konsep serta kegiatan itu bisa mendatangi Sekretariat JaDI Kabupaten Sampang di jalan Sejahtera II nomor 10 Kelurahan Rongtengah Sampang atau cintaku person ke 081330015329, 081333399116
Diketahui Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) merupakan wadah para mantan Penyelenggara Pemilu yang terstruktur dari Pusat, Provinsi hingga Kabupaten/Kota yang salah satu tujuannya untuk mengawal dan mendorong Demokrasi yang berkualitas
Pasca diterbitkannya SK Struktur Organisasi JaDI Kabupaten Sampang oleh Pimpinan JaDI Provinsi, pada rabu 13/12 akan di gelar Launching dan Pemaparan Program JaDI Kabupaten Sampang. (Imade)
إرسال تعليق