Mencemari Air Sungai Segah Dengan Minyak CPO, Ketua LSM Aspira Beri Sinyal, PT BAA Akan Dilaporkan Secara Resmi Ke DLHK.
ANEKAFAKTA.COM,Berau Kaltim
Perusahaan sawit PT. Berau Agro Asia yang selama ini melakukan bongkar muat minyak sawit atau CPO dibantaran sungai Segah dikampung Labanan Jaya Kecamatan Teluk Bayur Kabupaten Berau, disinyalir lakukan pencemaran air sungai.
Dari hasil investigasi Tim media dan LSM dilokasi pembongkaran minyak sawit atau CPO tersebut menemukan beberapa fenomena diantaranya pembongkaran minyak CPO dari mobil tangki ketongkang terdapat ceceran minyak dibibir sungai Segah,
sehingga dikhawatirkan bisa tertumpah didalam sungai apalagi letak pembongkaran minyak CPO tidak jauh dari instalasi pengelolaan Air Bersih.
Ket Foto: Terjadi pecemaran minyak sawit ke sungai
Disisi lain dermaga tempat sandar tongkang dan pembongkaran minyak CPO sangat tidak layak dan tidak standar,
Padahal PT BAA telah mengantongi sertifikat standar prosedur berupa UKL dan UPL dari pemerintah namun perusahaan BAA ini tidak mematuhi apa yang tertuang didalam dokumen UKL-UPL Peusahaan itu sendiri.
" Kami bersama rekan dari wartawan telah mengadukan persoalan ini ke DLHK Berau, semoga rekan rekan dibidang pengendalian dan pencemaran lingkungan, secepatnya turun kelapangan dan melakukan investigasi menyeluruh terhadap kinerja perusahaan sawit tersebut yang dinilai tidak sesuai standar
dan apabila terbukti tentunya ada sanksi yang harus diterima oleh perusahaan.
Ket Foto: Mesin pompa dan pipa penyedot dari truk CPO tiba tiba dibongkar setelah diketahui tim dinas lingkungan hidup sidak lokasi.
Selain melaporkan ke DLHK kami juga selaku LSM lingkungan dalam waktu dekat ini akan membawa persoalan ini ke balai wilayah sungai atau BWS Kalimantan.V. untuk dilanjutkan, agar segera BWS V Kalimantan menindak lanjuti, ucapnya"
Sementara itu Humas perusahaan PT.Berau Agro Asia,Yus Tinus yang dikonfirmasi berkali kali lewat sambungan telpon namun tidak memberikan tanggapan ,
Tim/Red
Ket Foto: Saat bongkar minyak CPO ke tongkang
Posting Komentar