Ini Alasan Warga Perantauan Asal Sampang, Tentang Tradisi Toron Lebaran



Ini Alasan Warga Perantauan Asal Sampang, Tentang Tradisi Toron Lebaran

SAMPANG, Anekafakta.com - "Toron" merupakan istilah beken bagi warga perantau asal Madura yang sedang mudik ke Kampung halaman  pada hari tertentu yang dianggap istimewa  

Biasanya warga perantauan asal Madura ini menjadikan tradisi "Toron" pada momentum Idul Fitri, Idul Adha dan Peringatan Maulid, tak terkecuali bagi warga perantauan asal Kabupaten Sampang, 
seperti pada Perayaan Idul Fitri 1446 H/2025 M 

Kusairi JF 55 warga perantauan asal Kecamatan Pangarengan senin 31/3 mengaku tiba di kampung halaman sejak minggu pagi 30/3
"Kebetulan tempat kerja saya dekat yaitu di Surabaya jadi supaya tidak terlalu ribet mengendarai sepeda motor," ujar Kusairi JF

Dijelaskan momen "Toron" bagi dirinya merupakan kesempatan untuk berkumpul dengan Sanak Saudara yang sebagian sudah menetap di luar Sampang
"Hanya tinggal satu Saudara yang di Sampang, karena disibukkan dengan kehidupan masing masing sehingga biasanya ada kesempatan berkumpul pada Lebaran kecuali ada kepentingan mendesak," imbuhnya

Hj Aminatus S perantau asal Sampang yang ada di Madiun Jawa Timur mengaku sudah 35 tahun mengarungi kehidupan bersama Suami dan Putra putrinya di Madiun, tapi setiap perayaan Idul Fitri selalu pulang kampung 
"Kalau tidak ada halangan biasanya  H-2 sudah ada di Sampang tapi jika ada kepentingan mendesak baru H+2 mudik, yang penting setiap Lebaran selalu pulang kampung," tuturnya

Masih menurut Hj Aminatus, Ia bersama Keluarga mewajibkan pulang kampung untuk menyambung silaturahmi dengan Saudara yang ada di Sampang dan family serta untuk nyekar ke makam Orang tua maupun leluhur

Andi Rismawan 28  Pemuda lajang asal Kelurahan Rongtengah yang bekerja di Bali menganggap kebiasaan "Toron" Lebaran tidak hanya sekedar mengikuti tradisi nenek moyang, tapi seolah kewajiban sebagai anak untuk sungkem dan menjenguk salah satu Orang tuanya  beserta Saudara yang lain
"Biasanya tiap Lebaran Idul Fitri ini liburnya panjang, sehingga saya mengambil kesempatan untuk berlama lama di Kampung halaman," tandasnya

Sementara Rudi Riantono S.Sos M.Si Aktivis Study Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (SP2M) Divisi Sosial dan Budaya Korda Madura menilai tradisi "Toron" memiliki makna penting dalam budaya Madura yakni kembali ke akar serta nilai nilai Keluarga dan tradisi ini tidak hanya sekedar keinginan untuk pulang Kampung tapi lebih beresensi kepada Simbol dari identitas dan kebersamaan bagi masyarakat

Artinya warga perantauan merasa memiliki kewajiban merekatkan spirit kebatinan hubungan Kekelurgaan dengan lingkungan yang pernah membesarkannya
"Pada umumnya tradisi "Toron" ini pada momentum Lebaran khususnya Idul Fitri karena ada banyak waktu dan kesempatan libur panjang dalam kesehariannya," ungkap Rudi Riantono S.Sos M.Si

Diungkap pula bahwa nilai nilai Budaya yang positif dari tradisi "toron" ini terimplementasi kan dari niat untuk  merayakan Lebaran serta Peringatan lain bersama Keluarga maupun kerabat, Menyambung Silaturahmi dengan sanak Saudara serta Menunjukkan rasa hormat kepada Orang tua dan leluhur. (Imade)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama